Panduan Jual beli rumah dengan KPR

Membeli rumah dengan KPR atau Kredit Pemilikan Rumah sering dianggap sulit, apalagi jika bukan rumah baru. Proses membeli rumah dengan KPR menjadi lebih sulit karena pembeli sendiri yang harus mengurus dengan bank. Namun, sebenarnya tidak serumit itu, berikut ini adalah langkah jual beli rumah dengan KPR:

  1. Tawar harga rumah dengan penjual

Tawar harga secara wajar kepada penjual agar tidak rugi. Sebelum memberikan pinjaman, pihak bank juga akan menentukan kisaran harga rumah, mereka akan meminjamkan dana sesuai dengan harga kisaran maksimal mereka. Maka sebaiknya dapatkan harga yang sesuai dengan harga kisaran dari bank. Perhatikan juga apakah uang mukanya sesuai dengan kemampuan Anda, karena pihak bank tidak akan memberi pinjaman untuk membayar uang muka.

  1. Bawa dokumen penting ke bank

Setelah mendapatkan harga yang pas, Anda bisa mengajukan permohonan KPR ke bank. Bawa dokumen-dokumen Anda dan penjual, yaitu:

  • Fotokopi izin mendirikan bangunan
  • Fotokopi sertifikat rumah
  • Fotokopi bukti pembayaran PBB selama satu tahun
  • NPWP
  • KTP dan KK
  • Slip gaji 3 bulan
  • Surat nikah jika ada
  • Surat keterangan kerja
  • Surat kesepakatan jual beli yang sudah ditandatangani
  1. Proses apprasial

Apprasial adalah proses penialain dari bank apakah akan menyetujui atau tidak. Pada proses ini pihak bak akan mendatangi rumah tersebut kemudian memberikan taksiran harga. Bank akan memberikan pinjaman seperti menurut harga taksiran. Proses apprasial akan memakan biaya sekitar Rp. 450.000.

  1. Proses penandatanganan

Jika permohonan disetujui, pihak bank akan mengeluarkan surat perjanjian kredit atau SPK. Pada surat ini Anda harus memperhatikan secara detail besar bunga yang harus dibayar agar tidak terlalu membebani setiap bulan. Lalu perhatikan juga sanksi yang bisa Anda dapatkan jika telat membayar cicilan atau melanggar aturan lain.

  1. Penandatangan akad

Proses terakhir adalah penandatangan akad yang ditandatangani oleh suami istri. Jangan lupa membawa KTP dan KK. Proses tanda tangan biasanya dihadiri juga oleh pihak bank, penjual, dan notaris.

Setelah proses selesai, notaris akan segera membalik nama sertifikat rumah tersebut menjadi nama pembeli. Sebaiknya perhatikan baik-baik setiap prosesnya agar tidak terjadi kesalahan yang fatal.

Berapa Biaya pembuatan akta jual beli tanah?

Teguh

Seorang Lulusan S1 Bidang Pariwisata Internasional yang sangat tertarik dengan perkembangan dunia Informatika dan Ilmu pengetahuan.